Selasa, 20 Juli 2010

mesin pengering sederhana

ENGERING PAKAIAN “PAIJO”
By Paijo
kipas  pemanasskema-1skema-2
Latar Belakang :
Sekitar akhir tahun 1995, saya dan istri saya sering dibuat pusing karena hujan yang turun hampir tiap hari. Bukan hanya pusing karena kehujanan saja, melainkan pusing karena cucian yang tidak kunjung kering. Maklum, kalau sedang musim hujan matahari sering hanya nongol 1-2 jam saja dalam sehari. Yang lebih bikin pusing lagi, dalam cuaca seperti itu semua orang maunya kencing melulu, tidak terkecuali anak sulung saya yang waktu itu masih bayi. Jadi lengkaplah sudah penderitaan, sudah cucian tidak kunjung kering, ditambah bayi yang kencing sampai puluhan kali sehari. Untungnya, ada tetangga yang mendapat pinjaman mesin pengering dari company ( karena punya bayi juga ) sehingga kami bisa nebeng. Tapi ternyata pemakaian mesin pengering tersebut memiliki efek samping yaitu pakaian cepat rusak. Kerusakan yang sering terjadi yaitu kancing pecah/meleleh, kain sintetik jadi kaku, pakaian kusut/meleleh, dsb. Selain itu, pakaian juga jadi sulit disetrika. Efek samping tersebut sepertinya disebabkan pemanasan yang berlebihan dan pemutaran yang terlalu kencang. Bagaimana tidak, mesin tersebut makan listrik sekitar 2000-3000 watt. Kalau dipakai di rumah pribadi bisa bikin jebol meteran dan juga dompet.

Pengering Pakaian Paijo-1
Untuk mengeringkan pakaian secara efektif, cucian digantungkan ( dengan hanger ) di ruangan tertutup yang cukup kecil ( semakin kecil semakin baik ) tapi udara harus masih bisa bersirkulasi. Jarak antar hanger relatif cukup rapat ( 10-12 cm ). Untuk pakaian dalam atau pakaian bayi, digunakan hanger bundar yang bentuknya seperti payung dibalik karena efektif tempat. Selain itu, cucian dikelompokkan menurut lamanya kering. Kemudian, pemanas dan kipas angin dihidupkan. Tiupan kipas angin diarahkan menuju cucian yang paling lama kering seperti handuk, jeans, sepatu, dsb dengan tujuan agar semua cucian akan kering dalam waktu yang relatif bersamaan untuk menghemat listrik. Setelah semuanya selesai, maka pintu ditutup agar udara dapat menjadi lebih panas ( dapat mencapai 40-50 derajat Celsius ). Hal itu berdasarkan hasil percobaan bahwa yang berpengaruh terhadap pengeringan adalah panas ( yang diberikan oleh elemen ) dan sirkulasi udara ( yang diberikan oleh kipas angin ). Karena ruangan yang dipakai adalah kamar mandi ( shower ) maka proses pemanasan dan pengeringan agak lama yaitu 6 – 10 jam. Hal itu disebabkan ruangan masih terlalu besar ( 2 m x 2m x 2,4 m ) dibandingkan dengan jumlah cucian total yang maksimal hanya 30-40 potong. Jika pengeringan dilakukan di dalam kotak atau lemari berhanger yang volumenya lebih kecil, maka proses pengeringan akan lebih cepat sehingga lebih hemat listrik. Sekitar dua tahun lamanya saya sekeluarga menikmati alat pengering versi pertama tersebut sebelum akhirnya rusak pada bagian elemennya. Namun berdasarkan perhitungan ekonomi, ternyata break even point-nya telah tercapai bahkan sudah meraup keuntungan.
Pengering Pakaian Paijo-1
Tidak puas dengan kinerja pengering versi pertama yang hanya tahan sekitar 2 tahun, maka saya membuat pengering pakaian versi kedua ( Pengering Pakaian Paijo-2 ) yang jauh lebih handal, lebih aman, dan juga lebih simple. Kipasnya tetap menggunakan kipas yang lama karena masih okey. Setelah mengabdi sekitar 5 tahun nyaris nonstop siang malam tiap hari, akhirnya kipas yang lama rusak dan saya ganti kipas baru yang lebih sesuai dengan keperluan ( lihat gambar ). Namun karena penutup ( grill ) bagian depan dari kipas baru tersebut terbuat dari plastik, maka saya lakukan modifikasi seperlunya. Penutup asli saya lepas dan saya ganti dengan penutup kipas lama yang terbuat dari besi. Untuk itu hanya diperlukan tambahan berupa 4 buah plat alumunium kecil, 4 pasang baut kecil, 4 buah baut seng, dan pengeboran seperlunya untuk menempelkan penutup tersebut pada kerangka kipas dengan mantap.
Sedangkan elemen pemanas yang saya pakai, saya pilih elemen bekas oven merk GE ( General Electric USA ) 220 Volt 1200 watt. Untuk menyiasati watt yang telalu besar dan menghindari membaranya elemen, maka saya pasang 2 elemen secara seri. Dengan demikian, masing-masing elemen hanya makan daya 300 watt sehingga totalnya hanya 600 watt saja. Ternyata penggunaan 2 elemen secara seri tersebut memberikan beberapa keuntungan tambahan yaitu :
1. Lebih aman terhadap resiko kebakaran karena elemen tidak sampai merah membara
2. Elemen lebih tahan lama karena menerima beban kerja hanya 25 % dari kapasitasnya
3. Bentuk akhir yang lebih simple karena elemen dapat dibentuk menjadi spiral seperti obat nyamuk bakar. Bentuk tersebut relatif ringkas tetapi sekaligus efektif menyebarkan panas ketika ditiup dengan kipas angin.
Untuk meningkatkan safety factor, saya juga menambahkan sebuah thermostat 15 ampere yang saya saya comot dari bekas kompor listrik GE. Dengan adanya thermostat tersebut, maka arus listrik yang masuk ke elemen akan cut off secara otomatis jika temperatur elemen melebihi batas tertentu sesuai setelan ( terlalu panas ). Jika temperatur sudah turun kembali ( dingin ), maka arus listrik yang masuk ke elemen akan on lagi secara otomatis pula. Overheating tersebut dapat terjadi jika kipas angin rusak / macet atau dimatikan secara tidak sengaja,
Tanpa terasa, ternyata alat pengering sederhana hasil kreasi saya yang kedua tersebut telah saya pakai selama hampir sepuluh tahun tanpa masalah yang berarti. Perawatan rutin yang diperlukannyapun hanya pembersihan terutama elemen dan daun kipas angin tiap 3 bulan. Pelumasan ( pemberian grease jenis Lithium Complex ) cukup dilakukan 6 bulan sekali pada poros kipas angin supaya tidak macet dan tahan lama.
Petunjuk Pembuatan
Supaya lebih jelas, anda dapat melihat skema dan foto bagian utama dari alat pengering yang saya ciptakan tersebut tanpa perlu penjelasan panjang lebar. Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan dan perawatan Pengering Pakaian Paijo agar memenuhi standar mutu yang tinggi, aman, awet, dan memuaskan yaitu :
1. Gunakan hanya bahan-bahan yang berkuaitas prima dan sesuai spesifikasi yang direkomendasikan. Hal itu mencakup semua bagian seperti, elemen yang berpembungkus logam tahan karat ( minimal setara dengan elemen setrika otomatis ), saklar listrik dan thermostat yang kapasitas arusnya besar ( minimal 2 kali lipat arus yang real dipakai, tidak dianjurkan menggunakan thermostat magic jar karena kapasitasnya hanya 0,5 ampere saja ), kabel tahan api khusus untuk elemen pemanas ( insulatornya terbuat dari anyaman benang asbes ), dan kipas angin dengan ukuran besar ( minimal 30 cm, 60 watt ) yang mempunyai dudukan yang kokoh dan stabil. Terali / ruji-ruji kipas juga dipilih yang terbuat dari logam agar tidak meleleh terkena panasnya elemen. Untuk bilah kipas tidak ada masalah, biarpun dari plastik tidak akan meleleh. Plat dudukan elemen dapat dibuat dari alumunium 2 mm atau besi tahan karat 1 mm.
2. Kerjakan dengan rapi dan teliti karena menyangkut keselamatan pemakaian listrik yang berpotensi menimbulkan kecelakaan ( kesetrum ) maupun bahaya kebakaran jika teledor. Selalu periksa ulang dengan multimeter sebelum mencoba mencolokkannya ke stop kontak. Untuk koneksi listriknya, sangat disarankan untuk menggunakan kabel serabut isi 3 yang bisa untuk grounding. Demikian juga untuk steker dan stopkontaknya, sangat disarankan untuk memilih yang menggunakan pin kuningan serta dilengkapi dengan konektor grounding. Bagian yang digrounding ( dihubungkan dengan tanah / arder ) adalah dudukan elemen dan logam pembungkus elemen.
3. Adakan pengecekan secara rutin ( PM Check ) minmal 3 bulan sekali sambil melakukan pembersihan dan pelumasan. Periksa logam pembungkus elemen-kalau kalau ada yang berlubang atau koyak. Periksa dan kencangkan baut-baut dan sambungan-sambungan kabel jika ada yang longgar. Periksa isolasi pada sambungan-sambungan dan ganti dengan yang baru jika perlu. Periksa kondisi thermostat dan pastikan dalam keadaan baik, lidahnya tidak terbakar dan tidak melengket. Untuk menguji thermostat, nyalakan pemanas dan matikan kipas, kemudian tunggu bebarapa menit sampai elemen panas. Jika pada saat elemen mulai terlalu panas terdengar bunyi “KLIK” pertanda cut off, itu berarti thermostat bagus dan setelannya tepat. Dan jika cut off terlalu cepat ( belum cukup panas ), terlalu lambat ( sudah kelewat panas ), atau tidak mau cut off sama sekali, maka coba setel thermostat dengan obeng plat kecil. Jika terlalu dingin putar searah jarum jam, dan jika terlalu panas putar ke arah sebaliknya. Pada saat setelan sudah tepat, maka thermostat akan on terus selama kipas angin bekerja normal dan akan cut off beberapa saat ( kurang dari 1 menit ) setelah kipas angin tidak bekerja.
Tawaran Koleksi Pribadi
Jika ada yang memerlukan, saya masih punya koleksi 5 buah elemen oven GE 220 Volt 1200 watt ( belum dibentuk spiral ) dan 2 buah thermostat GE 15 ampere. Semuanya bekas, tapi kondisinya sangat bagus dan identik dengan yang saya gunakan sekarang. Ada juga koleksi 4 elemen bekas oven GE 220 Volt 2200 watt yang juga dalam kondisi bagus ( 2 berbentuk spiral, 2 berbentuk segi empat ). Koleksi lainnya adalah 2 buah elemen pemanas GE 220 volt 2000 watt type plat berbentuk lingkaran diameter 7 inchi ( 18 cm ) yang dalam kondisi baik tapi sedikit berkarat di bagian luar karena dibuat dari besi tuang. Dari koleksi-koleksi tersebut, saya tidak bermaksud untuk melepas semuanya melainkan hanya sebagian saja. Untuk elemen pemanas saya hanya bisa melepas maksimal 8 buah, sedangkan untuk thermostat saya hanya bisa melepas sebuah saja.
Semua elemen berbungkus logam tahan karat atau besi tuang tebal ( type plat ) sehinga sangat aman dan tahan lama. Sedangkan insulatornya terbuat dari bahan keramik kualitas tinggi. Jika dipakai untuk memasak pakai panci, pancinya dapat ditumpangkan ( berarti bersentuhan langsung ) dengan elemen tanpa takut kena setrum sehinga pemasakan berlangsung lebih cepat. Jadi tidak seperti elemen kompor listrik murahan yang banyak beredar di Indonesia yang bentuk elemennya seperti per ( pegas ) yang menyala dan tidak boleh bersentuhan dengan panci.
Yang menjadi masalah, saya kesulitan menentukan harganya karena bisa bikin dahi berkerut terutama bagi yang lebih mementingkan harga murah daripada kualitas. Sebagai contoh harga sebuah elemen oven GE 1200 watt yang baru sekitar 80 US$ ( atau sekitar Rp 720.000 ). Untuk yang 2200 watt sekitar 100 US$ ( atau sekitar Rp 900.000 ). Sedangkan untuk thermostat sekitar 25 US$ ( atau sekitar Rp 225.000 ). Harga tersebut belum termasuk ongkos kirim dari Amerika ke Indonesia. Yang juga bikin tambah sulit menentukan harganya adalah bahwa barang tesebut adalah bekas walaupun dalam kondisi bagus, Namun demikian, barang tersebut juga sangat langka dan sangat sulit ditemukan di Indonesia karena hanya diimport dalam jumlah kecil dan untuk keperluan khusus yang sangat terbatas saja. Hal itu mungkin disebabkan harganya yang mahal, watt-nya juga besar, dan jarang pula yang membutuhkan. Saya juga perlu informasikan bahwa barang-barang tersebut saya peroleh dengan susah payah di scrab iron area yang sekarang sudah tidak ada lagi karena telah ditimbun sekitar tahun 1998.
Mengingat kelangkaan tersebut dan masih adanya kemungkinan saya memerlukannya untuk eksperimen saya yang lain, sebenarnya saya merasa sangat berat untuk melepasnya. Namun jika ada yang memerlukan dan bersedia memberikan mahar yang pantas, saya akan rela melepaskannya sebagian. Itupun dengan syarat kalau saya yakin bahwa akan digunakan dan dirawat dengan baik-baik, syukur-syukur jika memberi manfaat yang besar bagi calon pemiliknya yang baru. Saya menggunakan istilah mahar ( bukan harga ) dan pakai syarat segala karena barang-barang tersebut merupakan sebagian koleksi pribadi ( bukan dagangan ) yang telah memberikan begitu banyak inspirasi yang telah memotivasi serta menghasilkan prestasi di beberapa lomba elektroteknik tingkat nasional. Oleh karena itu, saya memiliki ikatan emosi dengan koleksi saya yang memiliki nilai historis tersebut. Namun demikian, terpaksa saya mungkin harus rela melepas nya sebagian karena saya memerlukan biaya untuk menyelesaikan tahap akhir pembuatan prototype mesin jenis baru yang mandek sejak pertengahan Nopember tahun 2006 lalu. Jika diperlukan, saya juga bisa membentuk elemen tersebut menjadi spiral seperti obat nyamuk bakar dan sekalian membuatkan dudukannya sesuai permintaan. Untuk keperluan pengering pakaian, bisa saya kerjakan sampai siap pasang di bagian depan kipas angin. Jika untuk kompor, bisa saya buatkan dudukan ( kaki ) sampai benar-benar siap pakai. Untuk kedua hal tersebut, saya sudah mempunyai desain maupun prototype yang telah teruji di lapangan selama sekitar 10 tahun.
Jika ada yang berminat serius terhadap koleksi saya tersebut, dapat mengajukan penawaran mahar ke e-mail ( mr_paijo_paidin@yahoo.co.id ). Hanya yang serius saja yang akan ditanggapi.
Jika ada yang memerlukan, semua atau sebagian dari isi artikel ini ( termasuk gambar ) boleh dicopy atau disadur secara gratis asal mencantumkan sumbernya. Kalau menyempatkan diri minta ijin atau setidaknya memberitahukan lewat comment, itu lebih baik lagi.
Terimakasih dan salam eksperimen.
1 Votes
Quantcast

122 Komentar

  1. winerwin berkata,

    Februari 1, 2007 pada 8:46 am
    wah ide anda bagus! kreatif! kesulitan memang membuat orang jadi mau berusaha ya. kecewa juga kenapa indonesia diberikan alam yang sangat nyaman. coba indonesia diberikan alam yang tandus, saya yakin bangsa indonesia lebih baik dari sekarang. sampai di sekolah-sekolah pun selalu tuh ditanamkan rasa malas harapan bangsa, “Yak kita harus berbangga tinggal di Indonesia karena mempunya letak strategis di tengah-tengah khatulistiwa, diapit oleh dua benua, juga mempunya alam yang subur, indah, dan iklim yang sempurna.” Dengan kalimat tadi cukup untuk merusak pikiran anak bangsa.
    Sudah enak, kok cari susah?
    Aduh maaf kalau ngomongnya jadi kemana-mana. Cukup kagum juga dengan semangat berbagi anda ya, semoga pembuatan prototype mesin anda cepat berhasil!
  2. Ahmad berkata,

    Februari 1, 2007 pada 9:10 am
    ide kreatif, saya dukung sepenuhnya
  3. Rial Gito berkata,

    Februari 27, 2007 pada 2:28 am
    kenapa pusing-pusing cari alat yang merepotkan ?
    bukannya sekarang udah ada alat yang praktis dan harganya juga tidak mencekik kantung uang kita.bisa enggak sih lebih murah dikit biayanya?
  4. Paijo berkata,

    Februari 27, 2007 pada 2:46 am
    @ Winerwin
    Saya akan terus berbagai pengalaman yang lain, terimakasih atas bantua doa anda.
    @ Ahmad
    Terimakasih atas dukungan anda.
    @ Rial Gito
    Alat itu tidak merepotkan saya tuh, selama bertahun-tahun gak pernah rewel dan nyaris gak perlu diurus. Harganya juga murah tuh, karena komponennya hasil memulung. Yang saya beli cuma kipasnya saja. Soal mahal atau murah, itu tergantung selera dan tuntutan kulitas. Kalau mau bagus kayak yang saya punya, memang mahal seandainya komponennya dibeli. Tapi kalau yang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

KUSUS PEKANBARU GRATIS ANTAR ALAMAT